Finding Niddumulu

Tulisan ini saya tujukan buat siswa siswi MTs Ma'arif NU 2 Cilongok,
khususnya kelas IX yang mana sebentar lagi mau menempuh Ujian Madrasah dan Ujian Nasional.

Ya, bertajuk #Findingniddumulu




Maksudnya apa si?

Gini... Kalian dalam hitungan bulan, akan mengalami sesuatu keadaan yang sangat-sangat berbeda dari sekarang. 

Bayangkan, sudah lulus, sudah tidak bersekolah di sini lagi, 
berpisah dari teman sekelas bahkan teman sebangku, 
Ya biasa disebut dengan alumni !! 


Ada dua pertanyaan nih :

1. Kalian mau melanjutkan kemana?

2. Bolehkah kita reuni?


Pertanyaan pertama, mau bersekolah, bekerja ? atau ....

Untuk pertanyaan yang ini tentu jawaban kalian berbeda-beda, 
ada yang menjawab aku mau melanjutkan sekolah, 
ada juga yang bilang aku mah bekerja aja biar cepet kaya,
terus ada juga yang suka nyletuk apa aja boleh lah asal asik.hemm. 

itu pilihan kalian, 
itu hak kalian, 
tapi ingat ada orang yang sudah terlahir lebih dahulu dari pada kalian, 
sudah mengerti sedikit banyak lika liku kehidupan, 
nah merekalah bapak ibu dirumah, bapak ibu guru di sekolahan. 

Sudah saatnya terbuka lah, sudah dewasa kan.... 

Untuk itu saya sarankan kalian minta pendapat ke orang tua, 
sharing sama teman, curhat sama guru dlsb.

Nah, kalau saya pribadi, ini pribadi, 
ketika ditanya "baiknya saya melanjutkan dimana ? " 

dengan tegas lugas dan mantap maka jawaban saya, 

"MONDOK!!" 

menjadi bagian dari dunia pesantren.
Dengan tegas saya sarankan kalian untuk mondok, ya...menuntut ilmu di pesantren. Ingat!! tidak semua orang layak hidup di pesantren. Hanya mereka yang terpilihlah yang bisa bertahan disana.
Baca juga : Niddumulu adalah

Tapi saya ingin sekolah pak? 
Ya cari pondok yang ada sekolahnya. 

Tapi saya ga punya biaya buat mondok pak? 
Ya cari pesantren yang gratis(free). 

Tapi saya belum siap berpisah dengan ortu pak?
Lha wong bapak ibu nantinya juga mau meninggalkan kamu kok!! 

Tapi saya masih muda pak? 
Justru karena masih muda, nunggu ubanan? 

Tapi saya ga mau menjadi kyai pak? 
Siapa bilang kalau pulang dari pondok harus jadi kyai.


Siapa bilang lulus dari pondok harus menjadi KYAI!!

Semisal tidak di pondok gimana? 
Hmmm, gmn ya? Mau bekerja? 
Wow ijasah smp buat melamar pekerjaan? 
Dipikir2 dulu lah... 
Enggak pak, mau nikah... He ow ow..

Semisal memang tidak bisa hidup di pondok, 
saya sarankan untuk tetap melanjutkan ke sekolah lanjutan. Itu harus. Wajib.
Pertanyaan kedua
mari kita bahas reuni. Asikkk.

Saya mengajak, khususnya lulusan 2016 untuk reuni pada tahun 2025. 
Dengan hashtag #Findingniddumulu, 
artinya mari berkumpul kembali 
mari kita sambung tali silaturahmi di tahun tersebut 
tentunya dengan saya.

Kenapa harus 2025?

Ya. Pertanyaan bagus. 
Saya hitung, apabila usia kalian sekarang 15 16 maka di tahun 2025, 
kalian berumur 25 an tahun. 
Kalau kuliah berarti sudan S1. 
Lagi semangat2nya, punya idealisme tinggi..
Lagi kangen-kangennya sama teman-teman lama.


Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada saya di tahun 2025 :

1. Sudah meninggal, maka, cari makam saya dan doakan.

2. Sukses dan menetap di Jepang.

3. Masih eksis di mts atau di suatu tempat antahbrantah.



Ya mungkin itu sedikit coretan dari saya. Yang jelas cari saya di tahun 2025. Trims.

Subscribe to receive free email updates: