Free Litkoin dari Bang Niddum

Pesan buat pencipta lagu Bang Thayyib

Seperti yang kita ketahui, nabi Muhammad shollahu'alihi wasallam adalah nabi terakhir nabi akhiruzzaman bagi umat Islam, dan memang nabi terakhir. Perlu diketahui pula bahwa nabi sendiri mempunyai beberapa nama diantaranya yaitu Ahmad Khamid Mahmud Thaha Yasin Thahir Rasul Sayyid termasuk Thayyib shollahu'alihi wasallam dan masih banyak nama lain yang terkumpul dalam “Asmaur Rosul”.


Tidak henti-hentinya “mereka” memisahkan umat Islam dari nabinya, dengan berbagai cara dan segala bentuk usahanya. Kenapa umat harus dipisahkan dari nabinya? Karena ketika nabi selalu dihati umat baik tingkah laku tutur kata, maka umat tidak akan mudah diperdaya tidak akan mudah diperbudak. Oleh karenanya “mereka” berusaha segigih mungkin untuk memisahkan umat dari nabinya, dan ternyata salah satu usaha memisahkan umat adalah melalui musik. Iya, melalui lagu-lagu yang sering kita perdengarkan di radio-radio di tv-tv dlsb, salah satu lagu yang paling mencolok adalah lagu dangdut yang berjudul “Bang Thayyib”, dan lagu yang satu ini harus kita cermati betul isi dari bait-bait liriknya.


Sebenarnya ada apa dengan isi dari lirik lagu tersebut, kok kita harus cermati betul?


Begini, sebagai muslim ketika nabinya dimaki dicaci tentu tidaklah akan terima. Saya rasa tidak hanya umat muslim saja, umat lain pun begitu, ketika tokoh idolanya dihina pasti tidak akan terima. Kembali ke lirik lagu “Bang Thayyib”, disitu jelas dan gamblang dikisahkan bahwa Thayyib adalah seorang suami yang tidak bertanggung jawab terhadap istrinya, dimana sudah 3 kali puasa 3 kali lebaran tidak pulang ke kampung halaman. Bahkan anaknya, selalu memanggil-manggil namanya.  Ingat, Thayyib adalah salah satu nama nabi kita shollahu'alihi wasallam. Intinya lagu tersebut menggembor-gemborkan bahwa nabinya umat Islam adalah nabi yang tidak bertanggung jawab terhadap keluarga, sehingga kalau seorang yang seperti itu maka tidak patut untuk diagungkan apalagi ditaati perintah-perintahnya. 


Nah, pada kesempatan kali ini saya mengingatkan pada sesama muslim, setidaknya kita ingkar  terhadap lagu dangdut yang berjudul “Bang Thayyib”. Untuk si pengarang dan seluruh penyanyi yang menyanyikan lagu ini, saya berpesan sekaligus mengingatkan untuk menarik lagu tersebut dari peredaran dan meminta maaf terhadap umat Islam dan segera bertaubat. Sayangnya, lagu tersebut diamini oleh Band Wali, dimana mereka mengeluarkan lagu yang berjudul “Aku bukan bang Thayyib”. Perhatikan saja lirik lagu dari Wali tersebut, dan bandingkan dengan lirik lagu “Bang Thayyib”, jelas dan nyata si Band Wali menyetujui kalau Thayyib shollahu'alihi wasallam adalah seorang suami yang tidak bertanggung jawab. Tentu pemahaman seperti ini tidak sesuai dan tidak sejalan dengan Al Quran dan Hadist.


Mereka mungkin akan menyangkal, nama Thayyib yang disitu bukanlah Thayyib shollahu'alihi  wasallam nabinya umat Islam. Nah, saya sendiri malah balik bertanya kenapa harus pakai nama ini, toh masih banyak nama lain selain nama-nama nabi.

Sekian, pesan buat pengarang lagu Bang Thayyib. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Mohon koreksinya.
Semoga bermanfaat.
Terima kasih.

Subscribe to receive free email updates: