Free Litkoin dari Bang Niddum

Siapa Mbah Petruk Merapi

Kemarin saiia menyempatkan diri menghadiri acara yang bernama Maiyahan; sebuah acara rutin setiap tanggal 17 yang dipimpin langsung oleh Cak Nun Ayahanda Sabrang Panuluh (Neo Letto). Kali ini Maiyyah bertema "Merapi dan Berbagai Misteri di dalamnya".

Ada banyak sekali pelajaran yang saiia dapatkan dalam acara maiyahan tersebut, mulai dari Politik Makan Kacang, Hadist Kerakusan, Setiap makhluk  mempunyai hubungan dengan makhluk lainnya, siapa itu mbah petruk,dan mbah-mbah yang lainnya di lereng merapi, kenapa harus ada juru kunci seperti mbah maridjan, sampai tentang Ilmu Pasti yang ternyata tidak pasti dikupas habis dalam acara ini. Wah pokoknya menarik banget lah.

Salah satu pernyataan Sabrang Panuluh (Neo Letto) Putra Cak Nun membuat saiia terkesan; Kenapa kita harus mempelajari ilmu pasti seperti fisika, matematika atau yang lainnya? padahal ilmu pasti tersebut adalah ilmu kira-kira juga, alias ilmu tidak pasti. Karena mereka (dunia internasional) menggunakan bahasa yang bernama  ilmu pasti (sains).. mau tidak mau kita juga harus mampu menggunakan bahasa mereka untuk srawung dengan mereka. Sabrang juga menambahkan bahwa alat yang bernama seismograf yang lahir dari ilmu pasti kegunungapian sehingga dapat mendeteksi atau mengukur dan mencatat gempa bumi itu tidak lain hanyalah membantu merumuskan sifat-sifat dalam hal ini sifat dari gunung merapi. 

Karena mereka (dunia internasional) menggunakan bahasa yang bernama  ilmu pasti (sains).. mau tidak mau kita juga harus mampu menggunakan bahasa mereka untuk srawung dengan mereka.

Sehingga ketika seismograf berkata A maka tindakan yang harus dilakukan adalah bla bla bla.. itulah inti dari seismograf yang sering ditayangkan dalam televisi. Ternyata dalam kebudayaan Jawa ilmu tentang mempelajari alam seperti gunung merapi itu sudah ada, kalau orang barat boleh bilang seismograf orang jawa juga boleh bilang dong wedus gembel Mbah Petruk  Sabdo Palon Noyo Genggong atau pun lainnya. Sekali lagi ini bukan klenik apalagi syirik, tapi hanya sebuah penamaan saja. Penamaan orang jawa tentang ilmu pengetahuan yang mereka miliki, dengan berbekal ilmu mempelajari alam inilah orang jawa dapat mengendalikan alam disekitarnya dapat betul-betul menjadi khalifah di tanahnya sendiri. Sayang sekali kita semua anak-anak muda saiia sendiri sangat minim pengetahuan tenang ilmu-ilmu tersebut. Yang jelas perlu kita sadari bahwa local wisdom (kearifan lokal) masih harus kita pakai sebagai alat untuk menjadi khalifah di bumi pertiwi.

Mbah Petruk, Ini hanya penamaan saja kawan,.. sekian semoga bermanfaat.

Tags : Siapa Mbah Petruk Merapi, Mbah Petruk Merapi, Sabdo Palon Noyo Genggong.

Subscribe to receive free email updates: